Senin, 24 Maret 2014

Manusia Dan Kebudayaan



 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Manusia dan kebudayaan merupakan suatu ikatan yang tidak dapat dipisahkan. Manusia menciptakan kebudayaannya sendiri dan melestarikan secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Tuhan. Budaya tercipta merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untu berkarya di bumi ini. Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi, dan perilaku. Dengan segala kemampuan yang dimiliki maka manusia bisa menciptakan kebudayaan.
Beragam manusia di muka bumi menciptakan kebudayaannya masing-masing. Sebagai contoh salah satu kebudayaan di Indonesia, tepatnya di Sumatera Barat, yang dikenal dengan budaya Minangkabau. Budaya Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan Minangkabau. Budaya ini merupakan salah satu kebudayaan terbesar di Indonesia yang sangat menonjol dan berpengaruh. Budaya ini memiliki sifat egaliter, demokratis, dan sintetik, yang menjadi anti-tesis bagi kebudayaan besar lainnya, yakni budaya Jawa yang bersifat feodal dan sinkretik. Berbeda dengan kebanyakan budaya di dunia, budaya Minangkabau menganut sistem matrilineal baik dalam hal pernikahan, persukuan, warisan, dan sebagainya.
Berdasarkan sejarahnya, budaya Minangkabau berasal dari Luhak Nan Tigo, yang kemudian menyebar ke wilayah rantau di sisi barat, timur, utara, dan selatan dari Luhan Nan Tigo. Masayarakat Minangkabau memiliki beberapa produk kebudayaan, dilihat dari segi:
1.        Kepemimpinan
Masyarakat Minangkabau memiliki filosofi bahwa “pemimpin itu hanyalah ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah.” Artinya seorang pemimpin haruslah dengan masyarakat yang ia pimpin, dan seorang pemimpin harus harus siap dikritik jika ia berbuat salah. Dalam konsep ini masyarakat Minangkabau tidak mengenal jenis pemimpin yang bersifat diktator dan totaliter.
2.        Pendidikan
Budaya Minangkabau mendorong masyarakatnya untuk mencintai pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehungga sejak kecil, para pemuda Minangkabau telah dituntut untuk mencari ilmu. Filosofi Minangkabau yang mengatakan bahwa “alam terkembang menjadi guru”, merupakan suatu adagium yang mengajak masyarakat Minangkabau untuk selalu menuntut ilmu.
3.        Kewirausahaan
Orang Minangkabau dikenal dengan sebagai masyarakat yang memiliki etos kewirausahaan yang tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan serta bisnis yang dijalankan oleh pengusaha Minangkabau diseluruh Indonesia. Selain itu banyak pula bisnis orang-orang Minangyang dijalankan di Malaysa dan Singapura.
4.        Demokrasi
Produk kebudayaan yang juga menonjol adalah sikap demokratis pada masyarakatnya.sikap ini disebabkan karena sistem pemerintahan Minangkabau terdiri dari banyak nagari yang otonom, di mana pengambilan keputusan haruslah berdasarkan musyawarah dan mufakat. Hal ini terdapat dalam pernyataan adat “bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat.”
5.        Harta Pusaka
Dalam budaya Minangkabau terdapat dua jenis harta pusaka, yaitu harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka tinggi merupakan warisan turun-temurun dari leluhur yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kaum, sedangkan harta pusaka rendah merupakan hasil pencarian seseorang yang diwariskan menurut hukum islam.
6.        Arsitektur
Arsitektur Miangkabau merupakan bagian dari seni arsitektur khas Nusantara, yang wilayahnya merupakan kawasan rawan gempa. Sehingga banyak rumah-rumah tradisional yang berbentuk panggung, menggunakan kayu dan pasak, serta tiang penyangga yang diletakkan di atas batu tertanam. Namum ada kekhasan arsitektur Minangkabau yang tak dapat dijumpai di wilayah lain, seperti atap bergonjong. Model ini digunakan sebagai bentuk atap rumah, balai pertemuan, dan kini juga digunakan sebagai bentuk atap kantor-kantor diseluruh Sumatera Barat. Di luar Sumatera Barat, atap bergonjong juga terdapat pada kantor perwakilan Pemda Sumatera Barat di Jakarta, serta pada salah satu bangunan di halaman Istana Seri Menanti, Negeri Sembilan. Bentuk gonjong diyakini berasal dari bentuk tanduk kerbau, yang sekligus merupaka ciri khas etnik Minangkabau.
7.        Masakan
Memasak masakan lezat merupakan salah satu budaya dan kebiasan masyarakat Minangkabau. Hal ini dikarenakan seringnya penyelenggaraan pesta adat, yang mengharuskan penyajian makanan yang nikmat. Masakan Minangkabau tidak hanya disajikan untuk masyakat Minangkabau saja, namun juga telah dikonsumsi diseluruh Nusantara. Orang-orang Minang biasa menjual makanan khas seperti, rendang, asam pedas, soto padang, sate padang, dan dendeng balado di rumah makan yang dikenal dengan Restoran Padang.
8.        Literasi
Masyarakat Minangkabau telah memiliki budaya literasi sejak abad ke-12. Hal ini ditandai dengan ditemukannya aksara Minangkabau. Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah merupakan salah satu literatur masyarkat Minangkabau yang pertama.
9.        Pantun dan Pepatah-Petitih
Dalam masyarakat Minangkabau, pantun dan pepatah-petitih merupakan salah satu bentuk seni persembahan dan diplomasi yang khas. Pada umumnya pantun dan pepatah-petitih menggunakan bahasa kiasan dalam penyampaiannya. Sehingga di Minangkabau, seseorang bisa dikatakan tidak beradat jika tidak menguasai seni persembahan.
10.    Ukiran
Masyarakat minangkabau sejak lama telah mengembangkan seni budaya berupa ukiran, pakaian, dan perhiasan.
11.    Tarian
Tari-tarian merupakan salah satu corak budaya Minangkabau yang sering digunakan dalam pesta adat atau dalam perayaan pernikahan. Tari Minangkabau tidak hanya dimainkan oleh kaum perempuan tapi juga oleh laki-laki.
12.    Bela Diri
Pencak silat merupakan seni bela diri khas Minangkabau yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Pada mulanya silat merupakan bekal bagi perantau untuk menjaga diri dari hal-hal terburuk selama di perjalanan atau di perantauan.
13.    Musik
Budaya Minangkabau juga banyak melahirkan jenis alat musik dan lagu. Di antara alat musik khas Minangkabau adalah saluang, talempong, rabab, serta bansi.

Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
Ilmu budaya dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari suatu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat, ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan kaarya yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai mansia sebagai makhluk berbuday, sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.
Karya sastra adalah adalah penjabaran abstaksi, namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digerap oleh filsafat. Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan meliputi: bahasa, agama, kesustraan, kesenian, dan lain-lain. Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Tanpa ada maksud menciptakan dikotomi dalam kesusastraan, ada perbedaan antara literatur biasa dengan sastra. Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka. Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita.

Referensi:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya_Minangkabau
http://ulfanurizqiindaha.blogspot.com/2011/10/manusia-dan-kebudayaan.html
http://deathneverlost.wordpress.com/2011/11/13/konsep-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/

Senin, 17 Maret 2014

TUGAS 1 ETIKA & PROFESIONALISME TSI

1. Apa yang dimaksud dengan etika pada Teknologi Sistem Informasi?Jelaskan!
Etika pada Teknologi Sistem Informasi merupaka suatu pengetahuan tentang baik dan buruk serta pengetahuan tentang hak dan kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap individu maupun kelompok.
Dalam teknologi informasi, etika merupakan peranan yang penting karena pengguna harus bisa memilih mana perangkat lunak yang legak atau ilegal yang akaj digunakannya. Setiap program atau sistem operasi yang digunakan selalu memiliki license agreement. Pengguna juga harus mengetahui dan menanati undang-undang hak atas kekayaan intelektual. Di mana pencurian informasi atau pembajakam dan plagiat sangat dilarang dalam teknologi informasi karena dapat merugikan. Selain itu tetap diperlukan sopan santun walaupun tidak bertatap muka langsung dalam menggunakan teknologi sistem informasi.

2. Jelaskan etika yang harus dilakukan oleh:
     a. Pengguna Teknologi Sistem Informasi.
          Sebagai pengguna teknologi sistem informasi seseorang harus pintar dalam memilih dan menenukan mana yang baik dan mana yang buruk dalam teknologi informasi. Pengguna harus tau tahapan dalam menggunakan teknologi tersebut sehingga dalam menggunakan teknologi tersebut tidak mengalami kesulitan atau kesalahan dalam penggunaannya. Akan tetapi banyak orang yang tidak memahami tahapan atau prosedur penggunaannya sehingga banyak yang menggunakannya sebagai tindakan kejahatan dalam teknologi informasi seperti tindakan pembajakan.
     b. Pengelola Teknologi Sistem Informasi.
          Sebagai pengelola teknologi sistem informasi, pengelola harus benar-benar sadar bahwa teknologi sistem informasi merupakan suatu hal yang penting dalam membangun hubungan keterkaitan antara pengguna dengan pembuat teknologi siatem informasi. Di sini pengelola berperan sebagai manejer informasi yang mengatur arus informasi berjalan dengan baik.
     c. Pembuat Teknologi Sistem Informasi.
          Sebagai pembuat teknologi sistem informasi yang baru, pembuat harus memperhatikan aspek-aspek penting dalam pembuatan. Jika ada salah satu aspek penting terlewatkan, maka pembuat teknologi sistem informasi harus bertanggung jawab atas apa yang dibuatnya.

3. Sebutkan contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang etika dalam Teknologi Sistem Informasi!
1.) Etika dalam menggunakan akses internet, misal tidak mempublikasikan informasi negatif yang menyinggung antar suku, agama, dan ras.
2.) Etika mengucapkan salam dalam berkirim email atau chatting
3.) Larangan mencuri hak milik orang lain dalam lingkungan sosial ataupun dalam bidang teknologi informasi
4.) Pengambilan informasi di artikel atau blog seseorang yang disertai referensi dengan mencantumkan url pemilik artikel atau blog.
5.) Tidak melakukan tindakan kriminal dalam jejaring sosial yang dapat merugikan orang banyak.

Referensi:
http://dhogerz.wordpress.com/2013/03/19/etika-dalam-teknologi-informasi/
http://robiana-weda-asmara.blogspot.com/2013/04/peran-etika-dalam-teknologi-informasi.html

Rabu, 08 Januari 2014

Kepemimpinan

1. PENDAHULUAN

Setiap organisasi pasti membutuhkan figur seorang pemimpin yang dapat mengarahkan anggota dan oragnisasi tersebut ke tujuan yg ingin diraih bersama Seorang pemimpin yg baik adalah orang yang dapat mengarahkan kepada tujuan yg benar dan bukan memasksakan kehendak pada orang-orang yang dipimpin oleh orang tersebut dan yang paling utama adalah seorang pemimpin mampu menajdi pemimpin bagi dirinya sendiri agar bisa mengontrol emosi dan segala tindakannya.Pemimpin yang baik sangatlah diperlukan dalam suatu organisasi.

Tidak semua tipe kepemimpinan itu baik dan cocok diterapkan pada suatu organisasi tertentu. Selain di tangan anggota, masa depan organisasi bergantung pada pemimpin, hanya pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan yang baiklah yang nantinya dapat memajukan organisasi tersebut. Pemimpin bukanlah dictator, disini pemimpin hanyalah alat untuk memotivasi anggota lainnya dalam mencapai tujuan tertentu.

2. TEORI

I. Pengertian

Kepemimpinan mempunyai beberapa pengertian, diantaranya:
a) Cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja secara    produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
b) Seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, Kemampuan untuk membimbing orang- orang yang ada di sekelilingnya.
c) Seni untuk mengkoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu dan kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Begitu pentingnya peranan kepemimpinan dalam usaha mencapai tujuan suatu organisasi sehingga dapat dikatakan bahwa kesuksesan atau kegagalan yang dialami sebagian besar organisasi ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh orang yang memimpin oraganisasi itu.
Sukses tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan, tergantung atas cara- cara memimpin yang dipraktekkan oleh orang- orang atasan itu.

II. Tipe-Tipe Kepemimpinan

Ada enam tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara luas.

1) Tipe pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang:
• Menganggap organisasi sebagai milik pribadi
• Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
• Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata
• Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat
• Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya
• Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum)

2) Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
• Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
• Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya
• Senang kepada formalitas yang berlebih- lebihan
• Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
• Sukar menerima kritikkan dari bawahan
• Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan

3) Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
• Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
• Bersikap terlalu melindungi
• Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
• Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
• Sering bersikap maha tahu

4) Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5) Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
• Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
• Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
• Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
• Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya

6) Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
• Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk termulia di dunia
• Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya
• Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya
• Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
• Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
• Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
• Para bawahannya dilibatkan secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.

III. Teori-Teori Kepemimpinan

1. Teori Genetis
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat- bakat kepemimpinan. Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan (leaders are born). Dalam keadaan yang bagaimanapun seorang ditempatkan, karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, satu kali kelak ia akan muncul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong kepada pandangan yang fatalistis dan deterministis. 

2. Teori Sosial
Merupakan kebalikan inti teori genetis. Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dibentuk dan ditempa (leaders are made). Teori ini menganut paham egalitarianistik, oleh karenanya para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori Ekologis
Karena kedua teori diatas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi kepada kedua teori tersebut timbullah teori ketiga yang disebut teori ekologis, yang pada intinya berarti bahwa seorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan. Bakat- bakat itu kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori diatas, karenanya dapat dikatakan teori ini dapat mendekati kebenaran. 

3. ANALISIS


Teori perilaku kepemimpinan didasari pada keyakinan bahwa pemimpin yang hebat merupakan hasil bentukan atau dapat dibentuk, bukan dilahirkan. Berakar pada teori behaviorisme, teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan pemimpin, bukan pada kualitas mental atau internal. Menurut teori ini, orang bisa belajar untuk menjadi pemimpin, misalnya, melalui pelatihan atau observasi. Terdapat beberapa teori kepemimpinan yang muncul dengan analisis pendekatan perilaku. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menggunakan gaya yang dapat mewujudkan sasarannya, misalnya dengan mendelegasikan tugas, mengadakan komunikasi yang efektif, memotivasi bawahannya, melaksanakan kontrol dan seterusnya


4. REFERENSI

http://latansablog.wordpress.com/category/teori-organisasi-umum-1/
http://rijalamirudin.blogspot.com/2012/12/analisis-kepemimpinan-berdasarkan_25.html

Minggu, 05 Januari 2014

Perubahan dan Perkembangan Organisasi

1.PENDAHULUAN

Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.
Pengembangan organisasi pada dasarnya berbeda dengan berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.


2. TEORI

I. Faktor-Faktor Perubahan Organisasi
 
1. Perubahan dari Lingkungan
Unsur – unsur lingkungan perusahaan
a. Pasar yang dilayani perusahaan (client)
b. Pemasok
c. Lembaga Pemerintah dan Parlemen
d. Asosiasi niaga
e. Pesaing
f. Lembaga keuangan
g. Pemasok tenaga kerja
h. Tingkat pengangguran
i. Kondisi perekonomian
j. Kemajuan teknologi
k. Perkembangan sistem komputer dan informasi
l. Perkembangan e-commerce dan penggunaan internet
Lingkungan sebuah perusahaan juga mencakup faktor-faktor pengaruh yang lebih luas lagi seperti :
a. Globalisasi
b. Reformasi politik
c. Serikat pekerja
d. Perubahan status perusahaan dari milik negara menjadi swasta atau sebaliknya
e. Perubahan demografis dan struktur keluarga

2. Pengaruh PETS (Politik, Ekonomi, Teknologi dan Sosial)
Beberapa hal yang mempengaruhinya, yaitu:
a. PETS mempengaruhi perusahaan pada strategi, struktur dan operasi termasuk kebijakan SDM
b. PETS merupakan metafora agar kita bisa membedakan berbagai aspek lingkungan perusahaan dan kaitan spesifikasinya dengan perusahaan sebagai pemicu perubahan.

3. Perubahan dari Lingkungan Teknologi
a. Bersumber pada sikap mengacuhkan perubahan lingkungan teknologi
b. Internet merupakan faktor terpenting dan menyentuh hampir semua aspek operasional perusahaan
c. Penggunaan internet bukannya tanpa masalah, karena staf menggunakan e-mail dan internet di tempat kerja mencemaskan para atasan sebab penggunaan e-mail menyimpang dari pekerjaannya.

4. Perubahan dari Lingkungan Politik
a. Perubahan lingkungan politik tidak saja langsung mempengaruhi perusahaan, tetapi juga berimbas pada perubahan lingkungan ekonomi.
b. BBM naik daya beli masyarakat rendah.
c. BBM turun akan mempengeruhi penerimaan pajak dan dampak negatifnya kemampuan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan akan berkurang.

5. Perubahan dari Lingkungan Sosial Budaya
a. Harapan kenaikan standar hidup secara terus-menerus, sementara peluang pekerjaan permanen yang aman makin langka.
b. Faktor demografis membuat berlimpahnya jumlah kaum muda memasuki pasar kerja.
c. Perubahan struktur keluarga dimana kaum perempuan juga berharap dapat meniti karir seperti layaknya suami mereka.
Perusahaan juga dituntut meningkatkan perhatian pada aspek kreatifitas karyawan dengan melakukan penataan sistem untuk mendorong inovasi.

6. Perubahan dari Lingkungan Ekonomi, yaitu:
- Pesaing
- Kurs mata uang
- Pajak
- Perijinan
- Standar Gaji Minimum
7. Perubahan Internal

- Serikat buruh yang makin berpengaruh
- Pergantian direktur atau manager
- Perubahan struktur administrasi
- Penataan kelompok kerja
- Perubahan tata ruang kantor / pabrik
- Pembelian sytem TI baru
- Strategi pemasaran baru
- Pemotongan lembur
- Perampingan staf
- Penguatan bagian tertentu seperti riset dan pengembangan

II. Proses Perubahan

Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :

a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.

b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

III. Ciri-Ciri Pengembangan Organisasi
•merupakan usaha yang dilakukan secara berencana.
•mencerminkan suatu proses yang berlangsugn terus-menerus.
•berorientasi masalah organisasi yang harus dipecahkan.
•merupakan usaha ke arah penyempurnaan organisasi.
•merupakan tanggapan terhadap berbagai perubahan yang terjadi diluar organisasi.

IV. Metode Pengembangan Organisasi
       Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.

1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.

       Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.

Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.

Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.

Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.

Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.

2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap

Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.

Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.

Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.

Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)

Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.

Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.

3. ANALISIS

Perubahan terkadang perlu terjadi didalam kehidupan berorganisasi. Perubahan perlu dilakukan dengan tujuan agar organisasi tersebut dapat berkembang lebih baik.
Dengan pengalaman yang dimiliki oleh suatu organisasi, mereka dapat menentukan tujuan – tujuan yang ingin dicapai ketika perubahan pada orgnasasi tersebut dilakukan.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.
Oleh karena itu dibutuhkan perkembangan organisasi untuk mempertahankan kehidupan organisasi dalam menghadapi persaingan dan organisasi masa depan yang tidak terlalu mementingkan eksistensi sebuah organisasi.

4. REFERENSI

http://latansablog.wordpress.com/category/teori-organisasi-umum-1/
http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html


Komunikasi dalam Organisasi

1. PENDAHULUAN

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.


2. TEORI 

I. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
 
II. Unsur-Unsur Komunikasi
 
1. Sumber
Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen dan sejenisnya.

2. Komunikator
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
- Penampilan
Khusus dalam komunikasi tatap muka atau yang menggunakan media pandang dengan audio visual, seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan. Penampilan ini sesuai dengan tata krama dengan memperhatikan keadaan, waktu dan tempat.
- Penguasaan masalah
Seseorang yang tampil atau ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul- betul menguasai masalahnya. Apabila tidak, maka setelah proses komunikasi berlangsung akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap komunikator dan akhirnya terhadap pesan itu sendiri yang akan menghambat terhadap efektivitas komunikasi.
-Penguasaan bahasa
Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik. Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan dan dapat dipahami oleh komunikan. Penguasaan bahasa akan sangat membantu menjelaskan pesan- pesan apa yang ingin kita sampaikan kepada audience.

3. Pesan
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan yang sebenarnya menjadi pengarah di dalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Pesan dapat secara panjang lebar mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikasi akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi itu.

4. Channel/ Saluran
Channel adalah saluran penyampaian pesan, biasa juga disebut dengan media. Media komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu media umum dan media massa. Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya radio dan sebagainya. Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa, misalnya televisi.

5. Komunikasi
Komunikasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu
1) personal
2) kelompok,
3) massa
Dari segi sasarannya, komunikasi ditujukan atau diarahkan kedalam komunikasi personal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa.

6. Efek
Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apabila sikap dan tingkah laku orang lain itu sesuai, maka komunikasi berhasil.

7. Faktor- faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi
1)Empat tahap proses komunikasi menurut Cutlip dan Center, yaitu:
- pengumpulan fakta
- Perencanaan
- Komunikasi
- Evaluasi
2)Prosedur mencapai effect yang dikehendaki menurut Wilbur Schraam, yaitu:
- Attention (perhatian)
- Interest (Kepentingan)
- Desire (Keinginan)
- Decision (Keputusan)
- Action (Tindakan)
 
III. Bagaimana Menyalurkan Ide  Melalui Komunikasi

Menyalurkan ide melalui komunikasi bisa secara lisan maupun tulisan. Salah satu nya adalah dengan memberikan solusi yang tepat kepada orang lain yang membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah nya.
Tahapan - tahapan menyalurkan ide melalui komunikasi :
1. Ide (gagasan)
    PerumusanDalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
2. Penyaluran (Transmitting)
    Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
3. Tindakan
    Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
4. Pengertian
    Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
5. Penerimaan
    Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).

IV. Hambatan-Hambatan Komunikasi

1. Hambatan dari Proses Komunikasi :
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau    pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu.simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik
    Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain
    lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.
    Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda,
    tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.

4. Hambatan Psikologis
    Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai
    serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

V. Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi
 
Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari beberapa segi :
1. Dari segi sifatnya :
    a. Komunikasi Lisan
        komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara
        contoh: presentasi
    b. Komunukasi Tertulis
        komunikasi melalui tulisan
        contoh: email
    c. Komunikasi Verbal
        komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan
        contoh: curhat
    d. Komunikasi Non Verbal
        komunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat)
        contoh: seseorang yang nerves (gemetar)

2. Dari segi arahnya :
    a. Komunikasi Ke atas
        komunikasi dari bawahan ke atasan
    b. Komunikasi Ke bawah
        komunikasi dari atasan ke bawahan
    c. Komunikasi Horizontal
        komunikasi ke sesama manusia / setingkat
    d. Komunikasi Satu Arah
        pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)
    e. Komunikasi Dua Arah
        berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi

3. Menurut Lawannya :
    a. Komunikasi Satu Lawan Satu
        berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
        contoh:berbicara melalui telepon
    b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
‏        berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok
        contoh: kelompok satpam menginterogasi maling
    c. Kelompok Lawan Kelompok
        berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain
        contoh: debat partai politik

4.Menurut Keresmiannya :
    a. Komunikasi Formal
        komunikasi yang berlangsung resmi
        contoh: rapat pemegang saham
    b. Komunikasi Informal
        komunikasi yang tidak resmi
        contoh : berbicara dengan teman

3. ANALISIS

Organisasi merupakan suatu tempat dimana terdapat kesamaan tujuan untuk mencapainya bersama-sama melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas dimana manajemen mengordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.
Komunikasi dalam organisasi dapat diartikan komunikasi disuatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi

4. REFERENSI

http://beruangkaki5.blogspot.com/2012/06/komunikasi-dalam-organisasi.html
http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/pengertian-dan-unsur-unsur-komunikasi
http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Inovasi&artikel=inv2

Kamis, 05 Desember 2013

sistem informasi asuransi & keuangan, rezi maya sari, 1a112085

SISTEM AKUNTASI PENDAPATAN PADA PT. ASURANSI JIWA BERSAMA BUMI PUTERA 1912

Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 adalah perusahan asuransi jiwa nasional milik bangsa Indonesia yang bergerak di bidang usaha asuransi jiwa yang berupaya untuk menanggung risiko kerugian yang dihadapi oleh anggota masyarakat dan sekaligus sebagai lembaga penghimpun dana masyarakat. Perusahan ini didirikan pada tanggal 12 Februari 1912 di Magelang, Jawa Tengah, memiliki beberapa cabang salah satunya PT. Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 Kantor cabang operasional Jl. W.R Supratman No. 28 Bandung.
Kantor ini memiliki struktur organisasi yang dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dan tanggungjawab dari bagian-bagian yang ada di dalamnya. Struktur organisasi dari kantor ini terdiri dari Pimpinan Cabang, yang bertugas memimpin, mengontrol, dan mengawasi seluruh operasional perusahaan atas kinerja serta hasil divisi usahanya selama periode tertentu, Kasir, Administrasi, Supervisor, dan Agen.
Dalam sistem pendapatan ini terdapat fungsi-fungsi yang saling mendukung.  Adapun fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem ini adalah:
1.       Fungsi Agen di dalam sistem pendapatan sebagai pencari nasabah dan melayani nasabah, sehingga nasabah tersebut mengajukan asuransi. Agen juga membantu nasabah dalam melakukan pembayaran premi asuransi.
2.       Fungsi Supervisor di dalam sistem pendapatan adalah mengecek formulir SPAJ, mengecek kelengkapan persyaratan yang diajukan dari nasabah serta mengotorisasi dokumen yang berasal dari agen.
3.       Fungsi Administrasi di dalam sistem pendapatan adalah menerima uang premi yang kemudian diserahkan lagi ke bagian kasir, menginput data nasabah, mengeluarkan kuitansi premi, kuitansi klaim, membuat SPK, mengeluarkan polis, membuat laporan pendapatan, menerima slip penyetoran bank, dan menghitung pendapatan yang diterima.
4.       Fungsi Kasir dalam sistem pendapatan adalah menerima uang dari bagian administrasi dan menyetorkan uang tersebut ke bank, menerima slip penyetoran dari bank yang kemudian slip penyetoran tersebut diberikan ke bagian Administrasi. Kasir juga membuat data pembayaran premi langsung dan data pembayaran premi transfer.
Dokumen yang digunakan dalam sistem pendapatan sebagai berikut:
1.       Kuitansi Premi, dokumen ini diberikan pada nasabah sebagai bukti pembayaran premi.
2.       Kuitansi Kalaim, dokumen ini diberikan kepada nasabah yang melakukan klaim sebagai bukti pembayaran klaim.
3.       Surat Pengajuan Asuransi Jiwa, formulir pengajuan untuk mengikuti asuransi yang di dalamnya berisikan data nasabah.
4.       Polis, dokumen yang di dalamnya berisikan tentang no polis, produk asuransi yang dipilih, lama masa asuransi yang diambil, dan Uang Pertanggungan yang disepakati antara nasabah dengan pihak asuransi.
5.       Surat Pengajuan Klaim, surat pengantar klaim untuk proses pencarian dana yang dibuat kantor cabang untuk diberikan ke kantor wilayah.
Cataan yang digunakan adalah Data Pembayaran Premi dan Laporan Pendapatan.
Digram Konteks

  
Keterangan:
FC KTP  = FOTOCOPY KTP                                                            
FC KK     = FOTOCOPY KARTU KELUARGA                                               
KK           = KUITANSI KLAIM                                                                            
KP           = KUITANSI PREMI                                                         
SPAJ      = SURAT PENGAJUAN ASURANSI JIWA                 
DPP        = DATA PEMBAYARAN PREMI
DPPL      = DATA PEMBAYARAN PREMI LANGSUNG
DPPT     = DATA PEMBAYARAN PREMI TRANSFER
SPAJ ISI                = SURAT PENGJUAN ASURANSI JIWA YANG SUDAH DIISI OLEH NASABAH
SPK        = SURAT PENGAJUAN KLAIM
LP           = LAPORAN PENDAPATAN

Data Flow Diagram Level 0



Data Flow Diagram Level 1 Proses 1
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses mengisi menawarkan produk asuransi. Agen menawarkan produk asuransi berupa brosur ke Nasabah. Nasabah memilih produk asuransi, kemudian Agen menyerahkan SPAJ untuk diisi oleh Nasabah. Nasabah mengisi SPAJ dan menyerahkan FC KTP dan FC KK ke Agen.


Data Flow Diagram Level 1 Proses 2
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses pengecekan kelengkapan dokumen. Agen menyerahkan SPAJ isi, FC KTP dan FC KK ke Supervisor tetapi belum diserahkan semua dokumen tersebut dicek terlebih dahulu oleh agen.
Data Flow Diagram Level 1 Proses 3
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses otorisasi. Supervisor menandatangani SPAJ isi, FC KTP, dan FC KK, kemudian diserahkan ke Kepala Cabang, setelah diotorisasi dari Kepala Cabang semua dokumen tersebut diserahkan ke Administrasi.

Data Flow Diagram Level 1 Proses 4
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses mengeluarkan polis. Administrasi mengajukan No Polis ke Kantor Wilayah dengan menyerahkan SPAJ 2 isi otorisasi. Kemudian Kantor Wilayah mengeluarkan No Polis, yang diserahkan ke Administrasi. Administrasi membuat Polis dan Kuitansi Premi (KP) untuk diserahkan ke nasabah melalui Agen.

Data Flow Diagram Level 1 Proses 5
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses pembayaran premi. Nasabah melakukan pembayaran premi dengan 3 cara yaitu melalui Agen, transfer melalui Bank, dan langsung ke Administrasi. Jika Nasabah melakukan pembayaran premi transfer melalui Bank maka Slip Penyetoran Bank tersebut diserahkan ke Administrasi sebagai bukti telah melakukan pembayaran premi. Jika melalui Agen, uang premi dari Nasabah akan disetorkan ke Administrasi. Berdasarkan Slip Penyetoran Bank dan uang premi maka Administrasi membuat DPP (Data Pembayaran Premi), DPP diserahkan ke Kepala Cabang untuk diotorisasi, setelah diotorisasi DPP pun diserahkan kembali ke Administrasi. DPP otorisasi bersama dengan uang premi diserahkan ke Kasir. Kasir membuat DPPL dan DPPT, kemudian diserahkan ke Administrasi. Uang premi disetorkan oleh Kasir ke Bank dan Slip Penyetoran Bank diserahkan ke Administrasi dan menyerahkan DPPL otorisasi dan DPPT otorisasi.  Administrasi membut LP yang diserahakan ke Kepala Cabang untuk diotorisasi, kemudian setelah diotorisasi Kepala Cabang menyerahkan kembali ke Administrasi. LP otorisasi diserahkan ke Kantor Wilayah.


Data Flow Diagram Level 2 Proses 5.1
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 1 sistem yaitu proses pembayaran premi. Nasabah melakukan pembayaran premi dengan 3 cara yaitu melalui Agen, transfer melalui Bank, dan langsung ke Administrasi. Jika Nasabah melakukan pembayaran premi transfer melalui Bank maka Slip Penyetoran Bank tersebut diserahkan ke Administrasi sebagai bukti telah melakukan pembayaran premi. Jika melalui Agen, uang premi dari Nasabah akan disetorkan ke Administrasi. Berdasarkan uang premi dan Slip Penyetoran Bank maka Administrasi membuat Kuitansi Klaim (KK). KK diserahkan ke nasabah melalui Agen sebagai bukti telah melakukan pembayaran premi.

Data Flow Diagram Level 2 Proses 5.2
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 1 sistem yaitu proses otorisasi pembayaran premi. Administrasi membuat DPP berdasarkan uang premi dan Slip Penyetoran Bank, kemudian diserahkan ke Kepala Cabang untuk diotorisasi, DPP yang diotorisasi diserahkan kembali ke Administrasi. Administrasi menyerahkan DPP otorisasi dan uang premi ke Kasir. Kasir membuat DPPT kemudian diserahkan ke Kepala Cabang untuk diotorisasi dan diserahkan kembali ke Kasir setelah diotorisasi. Kasir menyerahkan DPPL dan DPPT otorisasi ke Administrasi, sedangkan uang perminya disetorkan ke Bank. Bank mengeluarkan Slip Penyetoran Bank kemudian diserahkan ke Administrasi.

Data Flow Diagram Level 2 Proses 5.3
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 1 sistem yaitu proses Laporan Pendapatan. Administrasi membuat Laporan Pendapatan berdasarkan DPPL otorisasi dan DPPT otorisasi. Kemudian LP diserahkan ke Kantor Wilayah untuk diotorisasi. Setelah diotorisasi LP diserahkan kembali ke Administrasi, dari Administrasi LP diserahkan ke Kantor Wilayah.

Data Flow Diagram Level 1 Proses 6
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses menyetorkan uang premi. Kasir menyetorkan uang premi ke Bank, Bank mengeluarkan Slip Penyetoran Bank kemudian ke Administrasi.

Data Flow Diagram Level 1 Proses 7
Pada bagian ini diterangkan mengenai turunan dari level 0 sistem yaitu proses mengajukan klaim. Nasabah mengajukan klaim ke Administrasi dengan persyaratan seperti Polis, KP terakhir setelah pembayaran premi, Surat Kematian, Surat Keterangan Visum, Surat Keterangan Kepolisian. Kemudian Administrasi membuat SPK, SPK dierahkan ke Administrasi. Administrasi membuat Kuitansi Klaim, dan memberikan uang klaim bersama dengan KK ke Nasabah. Setelah KK ditandatangani oleh Nasabah, KK diserahkan kembali ke Administrasi.

Referensi :