Selasa, 15 Oktober 2013

TUGAS 1 PENGANTAR TELEMATIKA



1.      Perkembangan teknologi informasi dalam penyebarluasan informasi.
Teknologi informasi berkembangan begitu pesat karena kebutuhan manusia yang semua pekerjaannya ingin dibuat agar lebih mudah dan cepat. Teknologi informasi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Semenjak dunia diperkenalkan dengan teknologi informasi di mana penyebarluasan informasi diperkenalkan kepada internet. Maka segala bentuk keterbukaan, dan penyampaian berita apapun semakin cepat dan bebas seakan tanpa batas. Dalam arti, setiap individu mempunyai kesempatan dan kemungkinan yang sama untuk mengetahui ataupun menyebarkan berita dengan syarat utamanya memiliki jaringan internet. Pada saat ini penyebaran informasi akan mudah didapat melalui media online yang menyajikan beragam informasi. Sebut saja, Kompas.com, Detik.com, dan masih banyak yang lagi.

2.      Peranan telematika dalam bidang pendidikan dan contohnya.
Peranan telematika dalam pendidikan terutama di perguruan tinggi mengalami kemajuan begitu cepat. Hampir semua perguruan tinggi negeri dan swasta memanfaatkan teknologi informasi terutama telematika yang merupakan bagiannya. Dunia pendidikan yang mengimplementasikannya sangat membantu proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Pemanfaatan telematika di dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi di antaranya:
1.)   E-Learning
E-Learning dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya. Pengajar dapat melakukan kegiatan seperti memberikan materi belajar, melakukan ujian, megirim tugas bagi murid, dan mengecek nilai juga dapat dilakukan secara elektronik.
2.)   Buku Elektronik
Mempermudah perguruan tinggi mendistribusikan buku-buku maka dibuat buku secara soft dan tidak mencetak ke dalam penerbitan buku.
3.)   Perpustakaan Elektronik
Untuk mengumpulkan buku-buku ada beberapa kampus yang membuat perpustakann elektronik yang dapat di akses di internet.
4.)   Surat Elektronik (email)
Seorang dosen, pengelola, orang tua, dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus, apabila mahasiswa mengalami kesulitan dapat bertanya lewat email.
5.)   Video Teleconference
Memungkin mahasiswa untuk berkenalan dengan seluruh bangsa di dunia, dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi, dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.
6.)   Tele-edukasi dan Latihan Jarak jauh dalam Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh yang didukung dengan akses internet yang bagus, diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman, dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM Indonesia.

3.      Manfaat dan dampak negatif dari perkembangan telematika.
Manfaat perkembangan telematika:
1.)   Sangat membantu manusia dalam hal melaksanakan pekerjaan kita dan sangat efesien.
2.)   Belajar mengajar bisa dilakukan di mana saja.
3.)   Menjadikan hidup lebih mudah.
4.)   Membuat jarak yang sangat jauh semakin dekat tidak ada batasan waktu dan tempat.
5.)   Membuat manusia akan selalu belajar dengan teknologi dan perkembangan zaman.
Dampak negatif perkembangan telematika:
1.)   Penyalahgunaan teknologi untuk merusak data (crakcer) atau kejahatan cyber oleh orang yang tidak bertangggung jawab.
2.)   Sangat memungkinkan terjadi Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, bahkan dapat meningkatkan kejahatan di tengah-tengah masyarakat.
3.)   Privasi tidak dilindungi karena selalu berhubungan dengan teknologi.
4.)   Aspek sosial sebagai manusia turun karena jarang bertemu langsung (dimanjakan oleh teknologi) sehingga manusia tampak lebih bodoh.

4.      Cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan telematika.
Dengan perkembangan telematika di dunia teknologi informasi ini tentu sebuah pencapaian yang luar biasa, namun pencapaian ini mesti disikapi dengan sebijak mungkin. Karena saat ini, dengan begitu banyaknya informasi dan dapat diakses dengan gampang, menjadikan diri kitalah satu-satunya filter terakhir dalam menggunakan teknologi dan menyaring informasi yang diterima. Semua yang memudahkan kita dengan perkembangan telematika ini harus kita saring, kelola, dan simak dengan teliti. Kita harus mampu mengukur dan menakar kebenaran.  Sehingga tidak terjadi pembunuhan karakter dari manusia itu sendiri.

Jumat, 04 Oktober 2013

"URBANISASI"


(Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan)

Urbanisasi merupakan masalah yang cukup serius bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini disebabkan persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dan kota. Jumlah penduduk kota yang semakin meningkat tanpa diimbangi dengan lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyedia pangan, dan lain sebagainya harus segera dicarikan jalan keluaranya.

Sebagai studi kasus yang dapat kita lihat pada salah seorang penduduk yang bernama Pak Andre. Ia ingin mendapatkan kehidupan yang layak di kota besar seperti Jakarta. Keiginannya ini berawal saat mendengarkan pembicaraan masyarakat di desa nya tentang tetangga yang sukses di Jakarta. Dari pembicaraan tersebut Pak Andre terus memikirkan tentang bagaimana jika ia pindah ke Jakarta agar sukses di Jakarta seperti tetangganya. Akhirnya Pak Andre memutuskan untuk pindah ke Jakarta untuk mengadukan nasibya di Jakarta. Setelah pindah ke Jakarta Pak Andre malah mendapatkan kehidupan yang tidak layak.
Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa Pak Andre telah berasumsi bahwa dengan hidup di Jakarta akan mendapatkan kehidupan yang layak. Pak  Andre bisa saja berasusmsi di kota besar banyaj lapangan pekerjaan, sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap, kehidupan kota yang lebih modern, dan dalam segi pendidikan pun lebih berkualitas dibandingan di desa tempat dia tinggal.

Secara teori kota besar yang ditempati oleh Pak Andre adalah penduduk di Jakarta yang merupakan orang-orang  yang mendiami wilayah tersebut, menetap dalam wilayah tersebut, tumbuh dan berkembangan dalam wilayah itu. Di wilayah tersebut terjalin suatu kesatuan kehidupan sosial manusia, yang keteraturannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Dengan adanya pranata sosial kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan secara teratur. Pranata sosial sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antara anggota masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat tersebut terdapat hasil budi daya manusia, di mana karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan dengan kemampuan berfikir untuk mewujudkan norma dan nilai untuk mengatur kehidupan.

Untuk mendapatkan kehidupan yang layak seharusnya Pak Andre bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya dengan memahami keadaan, budaya, penduduk, dan kehidupan bemasyarakat di lingkungan barunya. Tidak hanyak memikirkan keuntungan pindah di kota besar, dia harus memikirkan dampak dari perpindahan nya ke kota besar. Penduduk yang padat di kota besar dan semakin bertambahnya penduduk desa yang dating dan tinggal di kota besar dapat mengakibatkan orang-orang tidak mempunyai pekerjaan tidak seimbangnya dengan ketersediaan lapangan kerja, selain itu perumahan yang sempit tidak memenuhi persyaratan kesehatan, lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan kerawanan sosial dan kriminal.

Referensi:

Jumat, 14 Juni 2013

Budaya, Kreatifitas, dan Inovasi


A. PENGERTIAN DAN FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Adapun pengertian Budaya Organisasi menurut beberapa ahli, yaitu :
1.     Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
2.     Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
3.     Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
4.     Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
5.     Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.

FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1.      Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.      Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.     Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.     Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.     Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

B. TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI
Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :
1.     Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2.     Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
3.     Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
4.     Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.

C.  KREATIVITAS INDIVIDU DAN TEAM PROSES INOVASI
Kreativitas dengan inovasi itu berbeda. Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Dalam praktek bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi  strategi,  taktik, dan eksekusi.

Dalam  pitching  konsultansi atau agency, sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang  disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu tak  berdampak pada  perusahaan  karena  mandek di  tingkat  eksekusi.  Mengapa? Sebab, strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi  eksekusinya  harus  melibatkan  banyak orang, mulai  dari  atasan  hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda persepsi hingga ke sikap penentangan.

Itu sebabnya, tak ada perusahaan yang mampu berinovasi  secara konsisten  tanpa  dukungan karyawan yang bisa  memenuhi  tuntutan persaingan. Hasil pengamatan kami menunjukkan, perusahaan-perusahaan  inovator sangat memperhatikan masalah  pelatihan  karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem reward untuk meng-create daya pegas inovasi.  Benih-benih inovasi akan tumbuh baik  pada  perusahaan-perusahaan  yang selalu menstimulasi karyawan, dan  mendorong  ke arah ide-ide bagus. Melalui program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi,  perusahaan terus berusaha untuk  mendemokratisasikan inovasi.

Perubahan dan Pengembangan Organisasi



A.    PENGERTIAN PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

PENGERTIAN PERUBAHAN ORGANISASI
Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.

PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

B. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI
Langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi, Langkah tersebut terdiri dari :
1.   Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
2.   Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
3.   Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
4.   Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5.   Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
6.   Mengadakan perubahan struktur organisasi.
7.   Mengubah sikap dan perilaku pegawai.
8.   Mengubah tata aliran kerja.
9.   Mengubah peralatan kerja.
10.  Mengubah prosedur kerja.
11.  Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar-personal.

C.  PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI

Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.

Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.

Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.

Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL
Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.